Sekilas Info

LBH Medan Desak Presiden Hentikan MBG Setelah Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan

Puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

MEDAN, DAILYKLIK.id — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul dugaan keracunan yang kembali terjadi di Sumatera Utara. Kali ini, puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Direktur LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, pemerintah seharusnya tidak menunggu adanya korban jiwa untuk menghentikan program tersebut. Menurut dia, rangkaian kejadian dugaan keracunan MBG di Sumatera Utara menunjukkan perlunya evaluasi dan penegakan hukum secara menyeluruh. “Presiden Prabowo harus menghentikan MBG segera. Jangan tunggu ada korban jiwa baru dihentikan,” kata Irvan dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Dugaan keracunan di MTsN 2 Kisaran terjadi pada Senin (14/9/2026). Berdasarkan pemberitaan yang dirujuk LBH Medan, puluhan siswa mengalami mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi makanan MBG dengan menu antara lain ayam rendang, acar sayur, dan buah.

Makanan tersebut disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan. Sejumlah siswa kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit, termasuk RSUD Kisaran.

LBH Medan menyatakan prihatin dan mengecam kejadian tersebut. Lembaga itu sebelumnya juga menjadi kuasa hukum salah satu korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Febi Yona. Irvan menilai dugaan keracunan MBG perlu ditangani sebagai persoalan hukum, bukan semata-mata masalah teknis penyediaan makanan. Menurut dia, apabila terbukti terjadi kelalaian yang mengakibatkan orang lain mengalami luka atau gangguan kesehatan, peristiwa tersebut dapat memiliki konsekuensi pidana.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Dedy Hu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga