Tim Jibom Sat Brimob Maumere Amankan Granat Aktif dan Ratusan Peluru ke Kebun Kosong Jauh dari Permukiman
DAILYKLIK.ID, Flores Timur - Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Maumere bergerak cepat setelah menerima laporan penemuan 16 granat dan 393 peluru yang diduga peninggalan Perang Dunia II di hunian sementara (Huntara) Desa Konga, Flores Timur. Setelah diperiksa, granat tersebut dipastikan masih aktif dan berpotensi meledak.
Untuk menghindari risiko, tim Jibom segera mengevakuasi granat itu ke sebuah kebun kosong yang jauh dari permukiman warga. "Granat ini tipe 97, peninggalan Perang Dunia II, dan masih bisa meledak. Untuk sementara, kami amankan di lokasi yang lebih aman," ujar Kasubsi PIDM SiHumas Polres Flotim, Iptu Anwar Sanusi, Selasa (1/4/2025).
Sementara itu, ratusan peluru yang ikut ditemukan kini diamankan di posko pengamanan TNI-Polri di Huntara. Tim Jibom juga berkoordinasi dengan Sat Brimobda Nusa Tenggara Timur untuk mendatangkan tim Gegana guna melakukan proses pemusnahan (disposal) terhadap barang berbahaya tersebut.
Penemuan ini bermula ketika tiga warga yang merupakan pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki—Ferdinandus Kolon Tobi (25), Ignasius Ribu Futa (41), dan Kamilus Gula Muda (43)—secara tak sengaja menemukan senjata tersebut saat menggali lubang untuk septic tank.
Dengan adanya temuan ini, warga diimbau lebih berhati-hati dan segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan benda mencurigakan yang diduga sisa-sisa perang.
"Keamanan warga adalah prioritas utama. Jika ada temuan serupa, segera laporkan agar bisa ditangani dengan cepat dan aman," tutup Anwar Sanusi.








Komentar