Data KPU Bocor
Jutaan Data DPT Bocor, Jubir TPN Haris Pertama Pertanyakan Integritas KPU
dailyklik.id, Jakarta – Kebocoran data rentan terjadi di Indonesia. Sudah beberapa kali data yang dipegang pemerintah dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) bocor dan diretas oleh oknum peretas tidak bertanggung jawab.
Bahkan kali ini, data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 milik KPU bocor ke publik karena diretas. Ada sekitar 240 juta data pemilih yang bocor dan dijual seharga Rp1,2 miliar di internet.
Menanggapi hal tersebut, Haris Pertama selaku juru bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar – Mahfud menyampaikan bahwa KPU sebagai garda terdepan dalam menyelenggarakan Pemilu, mestinya harus menjadi penjaga teguh integritas dan keamanan proses demokrasi.
Karena kejadian ini tidak hanya menimbulkan tanda tanya akan sistem keamanan digital KPU, tetapi juga menyoroti urgensi tindakan tegas dari Menkominfo untuk mengusut tuntas peristiwa yang memalukan ini. Mengingat pentingnya peran KPU dalam menjaga proses Pemilu yang adil dan aman menjelang pemilihan 14 Februari 2024, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran data ini.
Baca juga: Ada Pesan Kuat dari Tanah Papua Saat Menyambut Kampanye Pertama Ganjar-Mahfud
Baca juga: Jubir Timnas AMIN Beberkan Agenda Anies di Hari Pertama Kampanye
"Apakah KPU kita ini sudah benar-benar siap menjalankan Pemilu 2024 yang aman dan adil?. Karena kebocoran data pemilih sebanyak 240 juta yang terjadi di KPU itu adalah pukulan keras bagi integritas lembaga penyelenggara Pemilu. Ini bukan sekadar kejadian memalukan, melainkan sorotan tajam terhadap kesiapan KPU dalam menjaga keamanan data masyarakat," tegas Haris dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis 30 November 2023.
Haris menjelaskan, masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan data pribadi mereka merasa dikhianati oleh KPU yang lalai menjaganya. Masyarakat yang sebelumnya yakin akan keamanannya, menurut Haris, kini justru merasa marah dan malu.
Haris meminta Menkominfo...








Komentar