Dosen Untad Bantah Provokasi Pengeroyokan Mahasiswa, Fakultas Teknik Telusuri Kasus
Menurut keterangan yang disampaikan fakultas, FJ kemudian menerima informasi dari Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur sekitar pukul 20.24 Wita bahwa dua mahasiswa laki-laki yang sebelumnya ditegur diduga menjadi korban pemukulan oleh mahasiswa lain.
Dalam pemberitaan sebelumnya, FJ disebut diduga memprovokasi sejumlah mahasiswa senior di lingkungan Himpunan Mahasiswa Arsitektur hingga terjadi insiden kekerasan. Namun, melalui klarifikasi yang disampaikan fakultas, FJ membantah pernah meminta, mengarahkan, atau menginstruksikan mahasiswa lain untuk melakukan kekerasan.
FJ menyatakan tindakan tersebut terjadi tanpa sepengetahuan dan instruksinya. Meski demikian, dugaan keterlibatan maupun peran pihak-pihak terkait perlu ditelusuri lebih lanjut melalui proses pemeriksaan.
Fakultas Teknik Untad juga menyampaikan bahwa FJ telah bertemu dengan orang tua mahasiswa yang bersangkutan setelah kejadian. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak disebut telah menyampaikan permintaan maaf dan sepakat berdamai. Namun, mahasiswa tersebut kemudian melaporkan dugaan penganiayaan kepada kepolisian.
Andi Arham mengatakan pihak fakultas akan terus mengawal penanganan kasus dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk penanganan dari sisi kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, fakultas akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).








Komentar