Sekilas Info

Menjelang 2027, Perbankan Indonesia Menghadapi Risiko Baru di Tengah Percepatan Digital

Pemanfaatan AI dan advanced analytics, menurut dia, dapat membantu bank menghasilkan keputusan yang lebih prediktif dan adaptif. Selain teknologi dan keamanan, perbankan juga menghadapi perubahan regulasi, risiko kredit, kondisi makroekonomi, tuntutan ESG, dan persoalan sumber daya manusia.

Kerangka Basel, penguatan pengawasan, perubahan standar pelaporan, serta penerapan PSAK 118 menjadi bagian dari perubahan lingkungan regulasi yang harus diikuti industri.

Dalam kondisi tersebut, permodalan yang memadai, manajemen risiko, pengawasan, transparansi, dan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan terhadap industri perbankan.

Seminar IKA USU Jakarta kemudian menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kebutuhan utama menghadapi perubahan tersebut. Regulator, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai perlu membangun pemahaman bersama agar perkembangan teknologi tidak berjalan tanpa pengendalian.

Dengan demikian, tantangan perbankan menuju 2027 bukan semata-mata tentang seberapa cepat bank melakukan digitalisasi. Persoalannya juga menyangkut kemampuan industri memastikan teknologi meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan, tata kelola, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga