Hasto Mendaki Pusuk Buhit, Menautkan Kemerdekaan, Spiritualitas, dan Doa untuk Rakyat
Doa Hasto Berujung pada Rakyat Marhaen
Sekitar pukul 00.30 WIB, Hasto bersama Sediaman Limbong menyelesaikan rangkaian pendakian dan kembali ke pos.
Di sana, Hasto mengungkapkan isi doanya. Ia berharap kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan benar-benar ditegakkan serta para pemimpin terus memperjuangkan kehidupan yang layak bagi masyarakat. “Rakyat kecil dihormati dengan seluruh martabatnya,” kata Hasto.
Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan ke Pusuk Buhit bagi Hasto tidak hanya diarahkan kepada masa lalu. Ia menghubungkan spiritualitas dan sejarah dengan persoalan kehidupan masyarakat hari ini.
Di tengah malam, ketika kawasan Pusuk Buhit senyap dan dingin, refleksi itu justru diarahkan kepada persoalan yang sangat sehari-hari: pendidikan, kesehatan, penghidupan layak, dan penghormatan terhadap martabat manusia.








Komentar