Hasto Mendaki Pusuk Buhit, Menautkan Kemerdekaan, Spiritualitas, dan Doa untuk Rakyat
“Bung Karno, Bung Hatta, dan seluruh para pahlawan bangsa. Kita doakan Ibu Megawati Soekarnoputri, dan seluruh jajaran simpatisan, anggota dan kader PDI Perjuangan, serta rakyat Indonesia,” kata Hasto.
Pendakian itu menjadi kelanjutan dari agenda Hasto di Samosir. Beberapa jam sebelumnya, ia memimpin peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.
Jika pada siang hari batu pertama menjadi simbol pembangunan fisik, pada malam harinya Pusuk Buhit menjadi ruang untuk berbicara mengenai sesuatu yang lebih abstrak: dari mana bangsa ini berasal dan ke mana arah perjuangannya.
Hasto mengaitkan nilai spiritualitas masyarakat Nusantara dengan pemikiran Bung Karno mengenai Pancasila. Menurut dia, keberagaman tradisi dan keyakinan semestinya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia sebagai ruang bersama.
“Ketuhanan di Indonesia adalah Ketuhanan yang berbudi pekerti, ketuhanan yang berkebudayaan,” ujar Hasto.








Komentar