Sekilas Info

Akrobat Politik KPK di Sumut Menyasar Ondim!

Sutrisno Pangaribuan

Demikin juga dengan dana hibah sebesar Rp95 miliar dari Pemprovsu berupa bangunan gedung kantor Kejatisu juga mangkrak. Lampu pocong yang hanya diselesaikan dengan “total lost”, hingga ambruknya gedung Kejari Medan yang sumber pendanaannya hibah dari Pemko Medan. Maka fee proyek yang diduga diterima Ondim bagaikan lagit dan bumi (tidak sebanding) dengan dugaan fee yang diterima oleh orang sakti dari proyek- proyek bermasalah di Sumut.

Ondim yang baru saja dirisak (dipermalukan) di depan Ketum PAN dan ribuan kader PAN se- Sumut, kini dihabisi lewat drama OTT KPK. Ondim telah diterbangkan ke Jakarta, diperiksa di gedung Merah Putih, untuk nanti dengan tangan diborgol, mengenakan rompi oranye, diumumkan sebagai tersangka, dengan stigma perampok uang negara (rakyat). Ondim akhirnya tidak selamat, meski sekian lama berlindung dibawah kendali orang sakti di Sumut.

Kasus yang menyeret nama Ondim sudah mumcul sejak seleksi peneriman ASN PPPK di Pemkab langkat. Ondim, Bupati Langkat, sebagai Ketua DPW PAN SUMUT, dan Ja’far Sukhairi Nasution Bupati Mandailing Natal, Ketua DPW PKB Sumut.

Kedua Bupati tersebut terseret dalam dugaan suap seleksi ASN PPPK di daerahnya. Namun manuver politik keduanya yang akhirnya meninggalkan Edy Rahmayadi akhirnya berbuah manis, keduanya “selamat” dari pemanggilan dan pemeriksaan.

Yang menarik saat ini di Sumut bukan OTT KPK terhadap Ondim. OTT KPK kini telah menjadi aksi recehan seperti tuduhan Presiden Prabowo kepada demonstrasi mahasiswa yang dituduh dibayar lawan politiknya. Aksi yang lebih menarik dibahas adalah kesaktian Topan Obaja Ginting, terpidana kasus korupsi jalan di Sumut.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Sutrisno Pangaribuan
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga