Sekilas Info

Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB University Sebut Alarm Menurunnya Kualitas Lingkungan

Menurutnya, salah satu penyebab utama menurunnya populasi kunang-kunang adalah kerusakan habitat. Alih fungsi lahan hijau, rawa, dan persawahan menjadi kawasan permukiman maupun industri menyebabkan hilangnya tempat berkembang biak, terutama bagi larva kunang-kunang yang membutuhkan tanah lembap.

Selain itu, polusi cahaya dari penggunaan lampu buatan yang terlalu terang juga memberikan dampak terhadap perilaku kunang-kunang. Cahaya buatan dapat mengganggu proses komunikasi antara kunang-kunang jantan dan betina sehingga berpotensi menghambat perkembangbiakan.

Faktor lain yang turut memengaruhi antara lain penggunaan insektisida kimia, perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan, pembangunan saluran air dengan semen, hingga urbanisasi yang semakin luas.

Meski demikian, kunang-kunang masih dapat ditemukan di kawasan yang memiliki kondisi lingkungan alami, seperti daerah mangrove, tepi sungai yang belum tercemar, rawa, persawahan tradisional, perkebunan organik, serta hutan tropis yang lembap.

Prof Upik mengingatkan, jika kerusakan habitat dan polusi cahaya terus terjadi, generasi mendatang berpotensi hanya mengenal kunang-kunang melalui buku, museum, atau tayangan digital.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis
Editor: Dedy Hu

Baca Juga