Catatan Akhir Tahun 2025 tentang Etika Kekuasaan
Demokrasi Indonesia di Persimpangan Jalan
Menutup Tahun, Menata Harapan ke Masa Depan
Catatan akhir tahun ini seharusnya tidak berhenti pada kritik. Ia perlu menjadi kompas moral untuk menata arah ke depan. Demokrasi Indonesia masih memiliki modal sosial yang kuat: keberagaman, gotong royong, dan daya lenting masyarakat. Modal ini hanya akan bermakna jika dihidupi oleh etika kekuasaan yang konsisten.
Tahun mendatang harus menjadi momentum untuk mengembalikan demokrasi pada tujuan dasarnya: melayani rakyat dan menjaga martabat manusia.
Etika bukan penghambat politik, melainkan fondasi agar kekuasaan tidak kehilangan kemanusiaannya.
Demokrasi Indonesia memang berada di persimpangan jalan. Pilihan arah—apakah menguatkan substansi atau bertahan pada simbol—akan menentukan masa depan bersama.
Refleksi ini penting agar demokrasi Indonesia tidak sekadar hidup, tetapi tumbuh dewasa, beretika, dan bermartabat demi kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara Indonesia.
Merdeka !!
*Penulis: Dr Goris Lewoleba MSi saat ini sebagai Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Vox Point Indonesia
Artikel ini sebelumnya telah tayang di www.kompasiana.com








Komentar