Alatan Indonesia Gelar Webinar Nasional Tingkatkan Kinerja Pemerintah lewat Cascading & Indikator Kinerja Renstra
Selain itu, ia menguraikan lima tahapan penyusunan cascading kinerja, mulai dari menentukan ultimate outcome, mengidentifikasi critical success factors (CSF), hingga penerjemahan ke sasaran program dan kegiatan. Harmada juga menekankan penerapan prinsip SMART-C (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound, Continuously Improving) agar setiap indikator kinerja jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Diskusi Interaktif dan Studi Kasus
Peserta webinar juga belajar membedakan Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Program (IKP), dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Diskusi interaktif membuka ruang bagi peserta untuk berbagi praktik terbaik, tantangan di lapangan, dan strategi penyelarasan target lintas unit. Topik lain yang dibahas adalah penyesuaian target Renstra akibat dinamika fiskal dan perubahan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
“Kinerja yang baik bukan sekadar angka tinggi, tetapi relevan dan memberikan kontribusi nyata. Indikator harus disusun cerdas, kolaboratif, dan berorientasi hasil,” tegas Harmada.
Mendorong Kolaborasi Antar Instansi
Webinar ini juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menyusun Renstra K/L/PD 2025–2029, memastikan setiap program saling terhubung dan berdampak bagi masyarakat. Dengan metode cascading yang efektif, instansi dapat lebih mudah memantau progres, mengevaluasi capaian, dan menyesuaikan strategi jika ada hambatan.
Harmada menutup sesi dengan menekankan bahwa peningkatan kinerja pemerintah bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi memerlukan sinergi seluruh jajaran, termasuk aparat, birokrasi, akademisi, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program benar-benar membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. (*)








Komentar