Sekilas Info

Gelar Sosialisasi di Kupang, Gereja Dorong Kemandirian Umat Lewat Ketahanan Pangan dan Pastoral Migran

Suster Laurentina Suharsih, SDP saat menjelaskan di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menekankan, migrasi yang aman bukan hanya soal administratif atau ekonomi, tetapi juga soal perlindungan martabat manusia sebagai citra Allah. Pada konteks perlindungan inilah, menurutnya, Gereja memiliki peran penting dalam pendampingan pra-migrasi. “Pendampingan ni bisa berupa pelatihan keterampilan, pendidikan hukum, penyuluhan tentang hak-hak pekerja, dan bimbingan tentang risiko-risiko yang mungkin dihadapi di negara tujuan,” katanya.

Dengan persiapan yang memadai, katanya, pekerja migran memiliki kesempatan lebih besar untuk bekerja secara aman dan terhindar dari praktik-praktik eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan keluarga migran di kampung halaman. "Seringkali, ketika anggota keluarga bekerja di luar negeri, muncul persoalan sosial dan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan keluarga,” katanya.

Karena itu, pendampingan ini bisa membantu keluarga merencanakan pengelolaan keuangan, pendidikan anak, dan menjaga hubungan baik antar keluarga agar migrasi tidak justru menimbulkan masalah baru di kampung halaman. “Kalau kehidupan di kampung membaik, orang tidak akan mudah meninggalkan keluarganya,” katanya.

“Gereja perlu hadir untuk memastikan warga memiliki pilihan hidup yang layak dan tetap dapat menjaga ikatan keluarga, sehingga migrasi menjadi pilihan yang aman dan bukan keharusan karena terpaksa.”

Pilihan yang aman, katanya, perlu mewujud dalam pelayanan gereja untuk memberikan “perlindungan bagi migran,” bagian dari menjaga martabat manusia sebagai citra Allah.

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: Kelvin Wuran
Editor: Dedy Hu
Photographer: Kelvin Wuran

Baca Juga