Harapan Lugu Bima Saputra: Menjabat Tangan Gubernur NTT di Kupang
“Kalau saya bisa jabat tangan beliau, saya pasti akan senang sekali. Saya akan janji belajar lebih giat lagi, biar bisa bikin bangga orang tua dan kampung nelayan kami,” katanya dengan suara pelan, penuh ketulusan.
Guru pembimbing Bima tak bisa menahan haru ketika mendengar pengakuan muridnya. "Bima anak yang sederhana, polos sekali. Bayangkan, yang ia inginkan bukan hadiah besar, bukan uang, tapi hanya ingin menjabat tangan Gubernur. Itu tanda kejujuran hati seorang anak nelayan,” ujarnya.
Kepala Madrasah, Yasir, menambahkan: "Saya rasa ini kesempatan bagi kita semua untuk melihat ketulusan hati seorang anak pesisir. Semoga Bapak Gubernur benar-benar bisa bertemu langsung dengan Bima di Kupang nanti. Itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya.”
Di tengah keterbatasan, keinginan Bima begitu sederhana namun sarat makna. Ia tidak menuntut banyak, hanya ingin menjabat tangan pemimpinnya sebagai tanda kebanggaan dan pengakuan.
Dan kini, ketika langkah kakinya akan menuju Kupang, Bima membawa piagamnya, doa orang tuanya, serta mimpi lugu yang mungkin bisa menggugah hati siapa pun yang mendengarnya: seorang anak nelayan Bajo ingin menjabat tangan Gubernur NTT.








Komentar