Indonesia (Memang) Perlu Perubahan Menyeluruh dan Mendasar
Konsekuensi serupa juga dirasakan elit politik dan ekonomi, dimana joget-joget anggota DPR yang dituduh sebagai ekspresi atas kenaikan tunjangan perumahan para legislator, nampaknya hanya sekedar ekspresi kelegaan akibat banyaknya sumber pemasukan yang terpangkas. Suasana kebatinan ini juga dirasakan hampir semua lini penyelenggara negara, dari birokrat hingga legislator daerah, akibat kehilangan zona nyaman yang sejak lama mereka nikmati.
Namun yang paling dramatis adalah kasus-kasus besar yang dibongkar rezim Prabowo, mega korupsi Pertamina misalnya, yang hanya sebagian aromanya tercium publik, seperti pengawalan prajurit TNI pada kantor dan sejumlah elit kejaksaan.
Pembongkaran mafia di Pertamina inilah yang ditengarai membuat gelisah elit lama yang sebagiannya masih bercokol di pemerintahan Prabowo. Kolaborasi elit lama dan mafia migas ini pula yang diyakini menjadi biang kerusuhan yang mendompleng protes rakyat pada akhir Agustus 2025 lalu.
Perbaikan Menyeluruh dan Mendasar
Gejolak akhir Agustus lalu memberi beberapa catatan substansial. Pertama, gejolak tersebut menjadi pengingat bagi rezim Prabowo, bahwa rakyat juga memerlukan solusi segera meski keselamatan jangka panjang adalah tujuan utama. Misalnya, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan harus berjalan paralel dengan agenda pemberantasan korupsi dan penghematan anggaran.
Kedua, upaya Prabowo menciptakan persatuan nasional tidak harus membuat Prabowo mempertahankan hubungan dengan elit busuk yang telah mewarisi kekacauan ekonomi dan politik. Justru, protes rakyat atas keadaan harus menjadi pendorong bagi upaya bersih-bersih barisan dan membangun koalisi bersama rakyat.








Komentar