Uskup Agung Ende Buka Perpas XII Regio Gerejawi
Pertemuan ini diharapkan dapat melahirkan langkah-langkah konkret. Kolaborasi lintas keuskupan dan pemangku kepentingan menjadi keharusan, dan tidak hanya dari titik keberangkatan para perantau, tetapi juga saat mereka berada di daerah transit atau hingga mencapai tempat tujuan.
Gereja diminta untuk hadir dan bukan hanya sebagai pelipur lara, tetapi sebagai penggerak transformasi sosial yang nyata. Menjelang akhir khotbah, Mgr. Fransiskus menyerukan agar seluruh peserta membiarkan Roh Kudus menuntun arah kebijakan dan pelayanan Pastoral Gereja ke depan.
“Semoga Roh Kudus membimbing kita untuk melihat kehendak Tuhan dan apa yang boleh kita lakukan untuk bantu sesama kita dalam perjalanan hidup di dunia ini secara khusus perantau kita.”
“Tuhan tidak akan pernah tidur. Hati-nya selalu terbuka. Matanya selalu memandang dan melihat kita. Telinganya selalu mendengar jeritan banyak orang yang disampaikan kepada siapa saja yang menaruh peduli kepada situasi para perantau kita. Bunda Maria secara khusus Tuan Ma dan Reinha mendoakan kita sekalian,” tegas Mgr. Fransiskus (*)








Komentar