Uskup Agung Ende Buka Perpas XII Regio Gerejawi
Ekaristi pembukaan dihadiri para Uskup dari 12 Keuskupan se-Nusa Tenggara yakni Keuskupan Agung Kupang, Atambua, We'etebula, Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, Denpasar, Larantuka, serta dari Kinabalu, Sandakan dan Keinangau bersama para pastor, pegiat sosial dan umat Katolik utusan dari Keuskupan -keuskupan tersebut.
Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr menyampaikan pesan kuat yang mengajak Gereja untuk menengok kembali fondasi kepercayaannya. Ia mengutip Injil Matius 8:23-27 tentang “Yesus yang meredakan badai” sebagai cerminan atas situasi umat saat ini.
Menurutnya, badai tidak sekadar metafora ketakutan, namun nyata dalam kehidupan umat perantau yang menghadapi ketidakpastian, eksploitasi, dan keterasingan.
Ia pun menantang Gereja untuk menjawab pertanyaan mendasar: “Apakah Yesus ada di dalam perahu kita? Ataukah kita sendiri yang lupa akan kehadirannya?” Lebih jauh, ia menekankan pentingnya spiritualitas Abraham- berdoa dengan kerendahan hati demi saudara-saudaranya.
“Tuhan tidak pernah akan tidur. Hati-nya selalu terbuka. Matanya memandang kita. Telinganya mendengar jeritan para perantau yang terlupakan,” ungkapnya dengan nada penuh harap.








Komentar