Krisis Sampah di Jantung Larantuka: Bau Menyengat, Warga Resah, Pemerintah Lamban
Namun, papan pengumuman di TPS menyebutkan penutupan hanya sementara, dari 15 hingga 21 April, dan akan dibuka kembali pada 22 April. Ketidaksinkronan antara imbauan tertulis dan pernyataan warga maupun pejabat memicu pertanyaan tentang keseriusan pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran: apakah Pemkab Flores Timur memiliki sistem pengelolaan sampah yang layak? Apakah kesehatan masyarakat bukan prioritas?
Paul berharap, ke depan pemerintah lebih tegas dalam menegakkan aturan dan mengedukasi warga soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Kalau dibiarkan terus begini, baunya makin parah dan bisa jadi sumber penyakit. Pemerintah harus serius,” ujarnya.

Masalah sampah kini menjadi potret buram wajah Kota Larantuka. Warga hanya bisa berharap, tumpukan itu tak menjadi simbol dari tumpulnya tanggung jawab. (*)








Komentar