Sekilas Info

Tragis! Ibu Hamil Meninggal karena Tak Ada Dokter Anestesi, Dirut RSUD TC Hillers Buka Suara

Keluarga menangisi kepergian Maria Yunita (36), warga Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, yang meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya di IGD RSUD TC Hillers pada Rabu (9/4/2025) malam. Publik geram dan mendesak bupati Sikka untuk segera mengambil tindakan nyata. dailyklik.id/faidin.

Dirut RSUD Buka Suara, Dokter Anestesi Mengundurkan Diri

Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Francis mengakui, dua dokter anestesi sebelumnya telah mengundurkan diri. Salah satunya bahkan menolak kembali bertugas meski masih memiliki sisa kewajiban mengabdi dua tahun. "Kami sudah minta bantuan ke kabupaten lain di Flores, tapi belum ada hasil,” ujarnya.

Namun pada Sabtu (12/4), titik terang mulai muncul. dr. Fahrul dari RS St. Gabriel Kewapante disepakati untuk membantu secara sementara. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, menyatakan, dr. Fahrul mulai memberikan pelayanan anestesi di RSUD TC Hillers hari itu juga.

Gubernur Murka, Ancaman Cabut Izin Praktik Dua Dokter

Di tengah polemik, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengecam keras dua dokter anestesi yang sebelumnya bertugas. Ia menyebut mereka “mogok kerja karena honor terlalu kecil” dan bahkan mengancam mencabut Surat Izin Praktik (SIP) mereka.

“Sudah ada korban jiwa! Ini bukan soal honor, ini soal tanggung jawab kemanusiaan,” tegasnya.

Dibantah Dokter Remi: Kontrak Sudah Habis, Masalah Bukan Honor Tapi Evaluasi Beban Kerja

Salah satu dokter yang disebut, dr. Remidazon Rudolfus Riba, angkat bicara. Ia menegaskan kontraknya sebagai dokter kontrak daerah telah berakhir pada 31 Desember 2024.

“Saya tidak lagi memiliki hubungan kerja dengan RS sejak Januari 2025,” katanya kepada wartawan.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga