Libur Nataru 2024, Dishub Sumut Prediksi 9,2 Juta Orang Memasuki Wilayah Sumut
"Kendaraan barang besar, seperti truk dengan tiga sumbu atau lebih, akan dibatasi pergerakannya. Namun, kendaraan pengangkut bahan pokok, BBM, gas, dan uang akan tetap diperbolehkan," ujar Agustinus.
Menurut Agustinus, karakteristik kendaraan barang yang cenderung lambat dan beriringan dapat memicu kemacetan, khususnya di jalur rawan seperti Medan-Berastagi dan Pematang Siantar-Parapat. "Pembatasan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan menjaga kelancaran lalu lintas selama libur Nataru," tambahnya.
Selain mengatur pergerakan kendaraan, Dishub Sumut juga memprediksi peningkatan kunjungan ke tempat wisata seperti Danau Toba, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 1-4 Januari 2025.
Dengan kebijakan yang telah diterapkan, Dishub Sumut optimistis arus lalu lintas selama Nataru akan berjalan lancar dan terkendali. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan,” kata Agustinus.
Langkah proaktif ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi dan pariwisata di wilayah ini. (*)








Komentar