AI Datang, Bencana atau Peluang?
Jika kita mencermati keadaan sekarang, dimana kita masih berada pada level ANI, sudah banyak pekerjaan yang menghilang. Kasir di berbagai pusat perbelanjaan sudah digantikan dengan self-checkout system.
Customer service pun sudah bisa digantikan dengan adanya chatbot. Bahkan pengemudi dan kurir di banyak perusahaan mulai mengembangkan self-driving system. Satu per satu pekerjaan manusia akan mulai menghilang seiring berkembangnya AI.
Seperti yang dinyatakan melalui World Economic Forum (WEF) pada 2023, akan ada 83 juta pekerjaan yang hilang hingga tahun 2027 yang dibarengi dengan 69 juta pekerjaan baru dimana pekerjaan yang rentan adalah administrasi data, kasir, customer service bahkan pekerja pabrik. Bahkan studi yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute pada akhir 2030 sekitar 20-30% total jam kerja global mampu diambil alih dan diotomatisasi oleh AI.
Apa yang harus kita lakukan? Sebagai manusia yang memiliki daya kreasi yang luar biasa, kita seharusnya beradaptasi. Hingga saat ini memang sudah banyak pekerjaan yang mulai terancam.
Namun ada pula lapangan pekerjaan yang terbuka, seperti professional prompting untuk AI yang sudah dipakai berbagai perusahaan, menjadi content creator dengan bantuan AI, atau bahkan menjadi business consultant yang dibantu dengan AI.
Dengan kata lain, sebenarnya semua jenis pekerjaan akan terus menggunakan AI dan bagi yang terancam harus segera melihat peluang melalui adanya AI ini.
Untuk Indonesia,








Komentar