Maling Data, Pedulikah Kita?
Bagaimana bisa para hacker melakukan tindakan pencurian data? Kembali pada penjelasan di atas, ketika kita berinteraksi dengan teknologi, sesungguhnya kita memberikan data kita. Pencurian data dapat dilakukan dengan menggunakan ransomware.
Diduga hacker menggunakan Lockbit 3.0. Ransomware ini bekerja melalui phising dari internet atau melalui email yang ada. Setelah pengguna terkena phising, ransomware tersebut mulai bekerja dengan meng-enkripsi sistem yang ada, hingga didapatkan password untuk mengakses pusat data yang ada.
Berdasarkan berita yang beredar, Pusat Data Nasional menggunakan password “Admin#1234” yang merupakan salah satu password paling lemah karena sudah sangat umum di seluruh dunia. Alhasil ransomware tersebut bisa melakukan peretasan hanya dalam waktu yang singkat.
Lalu apa akibat dari serangan ransomware ini? Banyak sistem yang menjadi lumpuh, website-website pemerintah tidak bisa diakses, bahkan sistem dalam bandara Soekarno-Hatta sempat tidak dapat bekerja.
Data-data masyarakat Indonesia akhirnya diambil alih oleh hacker, walaupun pada akhirnya sang hacker ‘berbelas kasih’ mengembalikan data-data tersebut kepada pemerintah Indonesia.








Komentar