Sejumlah Preman Bubarkan Paksa Diskusi Diaspora di Kemang, IPW Desak Polisi Tindak Tegas Premanisme
Dalam insiden tersebut, sejumlah alat seperti meja dan layar diskusi dirusak oleh kelompok OTK yang berteriak membubarkan acara. Video kekacauan ini kemudian viral di media sosial, memperlihatkan aparat kewalahan mengendalikan situasi. Beberapa pengunjung dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
Diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, dan Din Syamsuddin, sedianya membahas isu-isu kebangsaan. Namun, aksi premanisme ini justru menimbulkan ketakutan dan memicu keprihatinan akan kebebasan berekspresi di ruang publik.
Sugeng mengingatkan, jika kasus ini tidak segera diproses, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. "Kita tidak ingin premanisme seperti ini terus terjadi dan merusak tatanan negara hukum kita," pungkasnya.
IPW juga mencontohkan bagaimana Polda Metro Jaya sebelumnya menangani kasus premanisme dalam konflik internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan berharap polisi bertindak sama tegasnya dalam insiden di Kemang ini.








Komentar