Airlangga Hartarto Mundur dari Ketum Golkar, Direktur HSI : Bentuk Negarawan Sejati
Pakar Geografi Politik Universitas Islam 45 (Unisma) ini menyebut, langkah Airlangga juga menunjukkan sikap untuk memberikan ruang bagi regenerasi kepemimpinan di Partai Golkar.
"Dengan mundur pada saat puncak prestasi, ia membuka jalan bagi kader-kader muda dan pemimpin baru untuk melanjutkan visi dan misi partai serta bentuk komitmen untuk menjadikan Golkar sebagai partai yang modern dan dinamis, yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan terus relevan dalam kancah politik Indonesia," ungkapnya.
Rasminto menuturkan, mundurnya Airlangga di tengah hiruk pikuk transisi politik nasional sebagai bentuk partai yang modern.
"Sikap Airlangga dan kesuksesan di pemilu dan transisi kepemimpinan yang mulus menunjukkan bahwa Golkar adalah partai yang terorganisir dengan baik dan mampu menghadapi tantangan besar. Hal ini dapat meningkatkan citra Golkar sebagai partai yang stabil dan profesional," papar Rasminto.
Selain itu, lanjutnya, keputusan Airlangga untuk mundur menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga fokus dalam tugas-tugas pemerintahan.
"Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga menghadapi tantangan besar dalam memulihkan ekonomi pasca-pandemi, memperkuat daya saing industri nasional, dan memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi," tandasnya.








Komentar