Bahaya Calon Tunggal dalam Pilkada – Ancaman bagi Demokrasi Sejati
Fenomena calon tunggal ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Rakyat diberi ilusi bahwa mereka masih memiliki suara dalam pemilihan, padahal pilihan mereka telah dibatasi sejak awal.
Ini adalah demokrasi yang cacat, di mana kekuasaan diperoleh melalui manipulasi dan bukan pilihan bebas rakyat.
Oleh karena itu, calon tunggal harus dilawan. Rakyat harus sadar dan bangkit melawan pemilu yang telah dikebiri oleh para elite politik. Hanya dengan melawan praktik ini, kita bisa menjaga integritas demokrasi dan memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar mencerminkan kehendak rakyat, bukan hasil rekayasa kekuasaan.
Demokrasi yang sejati hanya bisa terwujud ketika rakyat benar-benar memiliki pilihan, dan pilihan itu bukanlah satu-satunya opsi yang diberikan oleh mereka yang ingin mempertahankan kekuasaan. (*)
¹Penulis adalah Aktivis dan Pengamat Politik Indonesia








Komentar