Sekilas Info

Focus Group Discussion

Bangun Kehumasan yang Kompeten, Biro Humas Kemenpora Wujudkan Keterbukaan Informasi kepada Publik

Bangun Kehumasan yang Kompeten, Biro Humas Kemenpora Wujudkan Keterbukaan Informasi kepada Publik.

Sementara itu, CEO GNFI Wahyu Aji, dalam materinya terkait Media Sosial menyampaikan beberapa kiat-kiat agar media sosial pemerintahan semakin asyik.

"Medsos saat ini yang penting adalah mindsetnya bukan toolsnya. Saat ini sosmed bukan dominasi usia tertentu, tapi untuk semua kalangan," ujarnya.


BACA JUGA
Tinjau Venue Atletik PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Deli Serdang, Menpora Dito Sebut Semua Berjalan Sesuai Progres

Menpora Ingin Sport Centre Sumut Dirawat dan Dimanfaatkan untuk Pembinaan Atlet


"Data kami saat ini 90 persen informasi dicari di sosial media sementara di website hanya 10 persen. Ini situasi yang terjadi di semua, apalagi untuk pemuda dan olahraga yang merupakan pengguna utama media sosial. Topik olahraga adalah yang populer di sosial media. Jadi, sangat tepat jika Kemenpora menggunakan sosial media dengan optimal," tuturnya.

Kaprodi Pascasarjana Komunikasi FISIP UI, Eriyanto menilai pentingnya humas melakukan media monitoring untuk menerima masukan publik.

"Kemenpora adalah lembaga publik yang memiliki kewajiban untuk mendengarkan suara publik dan mendiskusikan suara publik atau transparan serta mengenai isu publik yang penting. Lewat media monitoring, kita bisa menduga opini publik terhadap Kemenpora seperti apa," kata Eriyanto.

Sedangkan, Koordinator Pelaksana Tim Strategi dan Komunikasi Kebijakan Kemenpora Windansyah dalam paparannya berharap, dalam proses pembuatan program harus ada yang seperti simbolik yang mudah dicerna oleh masyarakat.

"Di media sosial kita sarana representasi sosial dan pengakuan politik. Anak muda merupakan konstruksi sosial dan politik. Kadang gagasan bisa diterjemahkan dalam segala bentuk. Kemenpora ngga bisa melihat generasi muda sebagai anak muda semata. Tetapi, anak muda hari ini adalah generasi z. Mereka tidak suka komunitas melainkan suka forum," jelas Windansyah.


BACA JUGA
Menpora Dito-Pebasket Sombong Denny Sumargo Unjuk Skill

Kenang 20 Tahun Silam, Pebasket Denny Sumargo Bangga Bisa Main Basket dengan Menpora


"Kita akan menghadapi pola komunikasi yang berbeda-beda. Mentalitas Gen Z adalah mentalitas peserta yang berarti komunikasinya harus lebih luwes. Kemudian pentingnya strategi branding. Personal, program, employer, beneficiaries dan corporate branding. Ujungnya adalah legacy tata kelola kehumasan," papar Windansyah.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Ali Imran
Editor: Redaksi

Baca Juga