Tuntut Keadilan
Carut Marut Seleksi P3K Kabupaten Langkat, LBH Medan Desak Polda Sumut Lakukan Penyelidikan
Kadis Pendidikan, Irvan berujar, mengatakan ia bisa menyelesai penilian terhadap hasil ujian 2200 guru honorer pada pukul 01.00 dini hari, akibat keterbatasan waktu.
“Serta tidak mengetahui dimana selipnya apliksi tersebut. Parahnya Kepala Dinas Pendidikan tidak mengetahui apliksi tetapi melaksanakan dan menilai (hasil) SKTT (para guru honorer),” ujar Irvan.
“Kedelapan, pelaksasnaan SKTT diduga dipaksakan dan dijadikan ajang transaksi yang mencurigakan. Padahal tidak ada urgensinya dilakukan SKTT dan SKTT dilaksanakan tidak sesuai pedoman/aturan hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Ironinya, ketika para guru hororer melakukan aksi damai di kantor Bupati Langkat dan bertemu dengan Plt. Bupati Langkat Syah Afandin, malah Syah Afandin meminta kepada guru guru bersama dirinya untuk menanyakan hal tersebut ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta.
“Kita ke Jakarta untuk menanyakan ke BKN mengapa hal tersebut terjadi, dengan (Bupati Langkat Syah Afandin) meminta perwakilan guru honorer untuk ikut (bersama Syah Afandin ke Jakarta),” ungkap Irvan.
Padahal, menurut Irvan, penilaian SKTT dan pengelolahan hasil nilai akhir seleksi PKKK merupakan kewenangan dan tanggungjawab Dinas pendidikan dan BKD kabupaten Langkat.
“Sebagaimana amanat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nomor 298 tahun 2023 dan Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2023 tentang pengadaan PPPK. Dan (yang) menilai jawaban (hasil ujian SKTT merupakan kewenangan) Plt. Bupati Langkat,” paparnya.
Selain itu, Irvan menjelaskan bahwa untuk menjadi terang persoalan yang sesungguhnya, pihaknya telah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Langkat yang dihadiri guru guru honorer, Kadis Pendidikan Langkat, Badan Kepegawaian Daerah (BKDO) Langkat serta para anggota dewan dari Komisi terkait.
“Namun hasil akhirnya (RDP) menyatakan memproritaskan para guru yang tidak lulus untuk diangkat tahun 2024, padahal ada permasalahan hukum yang telah terjadi dan perampasan hak/masa depan para guru honorer,” jelasnya.

Slank Dukung Ganjar-Mahfud Menangkan Pilpres 2024








Komentar