Sosok Inspiratif
Dua Tokoh NTB Bertemu dan Berkisah Dalam Perbedaan Pilihan Politik
Kisah sahabat sejoli ini memiliki pesan mendalam untuk warga NTB untuk menghadapi Pilpres 2024.
Dari kisah keduanya memberi gambaran bahwa menghadapi Pesta Demokrasi harus dibawa riang dan gembira.
Pesta demokrasi tidak boleh menjadi petaka yang memutus silaturahmi, terlebih memutus persahabatan.
“Partai dan Capres boleh saja berbeda, tapi persahabatan dan persaudaraan harus kita jaga,”
"Siapapun nanti yang akan jadi presiden, mau Prabowo, Anies atau Mas Ganjar, ketika nanti mereka terpilih sebagai presiden belum tentu nanti bisa ketemu, mengenal apalagi menegur kita,” pesannya.
“Tapi kawan dekat, sahabat, tetangga yang mungkin sekarang beda pilihan politik, dan beda capresnya dengan kita saat ini, adalah orang yang akan tetap sehari-hari bersama kita nanti…”
Baca juga: Capres Ganjar Pranowo ke IKN, Bukti Melanjutkan Komitmen Jokowi
Lanjut Bang Zul, “Orang inilah mungkin yang tetap akan mengkafani kita, memandikan jenazah kita, dan mengantarkan ke kuburan nanti, …. bukan capres-capres itu,” katanya menegaskan.
Karena itu, Bang Zul mengajak masyarakat NTB agar memaknai pesta demokrasi dengan bahagia.
“Jadi mari kita memaknai pesta demokrasi ini, dengan santai, riang gembira, dan penuh persaudaran dan persahabatan,” pungkasnya.
Baca juga: Milad 10 Tahun Barisan Nusantara, Anies Baswedan Bicara Konsistensi dan Stamina








Komentar