Sekilas Info

Parade Ulos

Hari Ulos Nasional Diperingati 17 Oktober, Dijadikan Program Kerja Dinas Pendidikan Sumut

Kain Ulos

Dinas Pendidkan, ujar Asren, akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara untuk mensosialisasikan Hari Ulos Nasional 17 Oktober, yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

"Saya akan minta sertifikat Hari Ulos itu ke Dinas Pariwisata, segera buat surat ke dinas dari Yayasan Pusuk Buhit untuk menjadi dasar kami mensosialisasikan ini ke seluruh jajaran dinas pemerintah se Sumut, khususnya dinas pendidikan, agar sampai gaung hari ulos ini ke pemerintah pusat," ujarnya.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho menjelaskan bahwa Hari Ulos Nasional yang dilaksanaka selam 4 hari dengan parade ulos 1.000 meter akan melintasi 8 kabupaten di Kawasan Danau Toba.

Baca juga: Mencegah Kekerasan Seksual, Mahasiswa USU Menandatangani Komitmen Bersama

Baca juga: Ombudsman Sidak ke Sebuah SD Terpencil di Paluta, Kondisinya Memprihatinkan

Parade Ulos akan di mulai pada 15 Oktober dengan star di Jembatan Tano Ponggol menuju Pangururan, Samosir, lanjut ke Humbang Hasudutan, kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Siantar Simalungun, Pakpak Bharat, Dairi, dan Tanah Karo.

"Setiap titik lokasi berhenti akan ada orasi ulos. Malam pertama kami menginap di Kampus UNITA, paginya 16 Oktober lanjut jalan ke Balige, Siborongborong, Polres Toba, dan malamnya sampai Parapat. Kemudian 17 Oktober puncak acara di Open Stage Parapat. Rabu 18 Oktober lanjut lagi jalan ke Kampus HKBP Nomensen dan Rindam. Setelah itu ke Merek dan Salak, dan kembali ke Tano Ponggol," ungkap Efendy Naibaho.

"Di lokasi open stege, Parapat, juga ada puluhan UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM Sumut," pungkas Efendy Naibaho.

Baca juga: Acer Bersama Kemenko PMK Dorong Kreativitas Talenta Muda di Dunia Film Indonesia

Baca juga: BERITA TERPOPULER – 156 Pati TNI Dirotasi dan Direktur Barapaksi Pertanyakan Integritas Ketua Panwascam di Medan

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga