Anak Muda Peduli Lingkungan Melalui Aksi Kolaborasi
Luthfi Hakim Fauzie, Ketua Yayasan GPS, menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak anak muda di Deli Serdang, terutama yang tinggal di sepanjang jalur Sungai Percut, untuk lebih peduli dan terlibat dalam aksi lingkungan. Kondisi sungai yang semakin buruk akibat sampah yang tidak bertanggung jawab harus menjadi perhatian bersama.
Baca juga: Putus Sekolah Picu Masalah Sosial di Belawan
Dengan melibatkan pemuda setempat, GPS berharap menciptakan efek domino positif, di mana tindakan kecil dari banyak orang dapat memiliki dampak besar.
Dalam aksi bersih sungai ini, tidak hanya GPS dan KPA yang berperan, tetapi juga komunitas Remaja Masjid (RM).
Saiban Nawawi, seorang pemuda setempat yang merupakan pembina IRMAIN, merasa prihatin melihat kondisi sungai yang tercemar oleh sampah. Dengan ikut serta dalam kegiatan ini, Saiban berusaha mengajak teman-teman Remaja Masjid lainnya untuk turut terlibat.
Hal ini menunjukkan kepedulian dan tekad kuat anak muda dalam membangun kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Baca juga: Hanya 36,1% Anak Kelas 3 SD di Papua Memiliki Keterampilan Literasi
Aksi bersih sungai juga direspons antusias oleh Hans, Ketua Panitia "Pesta Sungai Tembung". Dia berharap kegiatan semacam ini dapat melibatkan lebih banyak komunitas dan anak muda lainnya. Dengan melibatkan lebih banyak orang, dampak yang dihasilkan akan semakin besar dan area yang dapat dibersihkan akan lebih luas.
Semangat kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran anak muda dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai.
Anak muda telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya bicara, tetapi juga bertindak nyata dalam menjaga lingkungan. Melalui aksi bersih sungai, mereka menunjukkan kekuatan kolaborasi dan semangat juang yang luar biasa.








Komentar