Sekilas Info

Aktivis Dukung Bambang Pardede Adukan Gubernur Sumut ke Komisi ASN

Mantan Kepala Dinas PUPR Pemprov Sumut, Bambang Pardede.

Dia pun menduga pencopotan Bambang terkait proyek multi years rancang bangun jalan dan jembatan Sumut tahun 2022 senilai Rp2,7 triliun yang bermasalah, karena beraroma KKN.

"Dugaan saya penyebabnya itu, BP (Bambang Pardede) mau menghentikan proyek bermasalah itu," ujarnya.

Lanjut Asril menyebutkan bahwa dirinya mendukung sikap Bambang Pardede untuk memutus kontrak proyek Rp2,7 triliun yang diduga bermasalah.

Baca juga: Coky Aritonang Pelapor Edy Rahmayadi Batal Diperiksa Penyidik Poldasu

Sementara OPD terkait lain, sebut Asril, tidak mendukung langkah Bambang, Sehingga terjadi perbedaan pendapat di antara mereka.

"BP kalah kuat dengan kelompok OPD terkait lainnya, kalah pembisik dia ke Gubsu, BP pun akhirnya dicopot. Saya rasa ada sesuatu hal terikat dan tak bisa terlepas dari proyek Rp 2,7T. Tuhan lah yang tahu semua itu," bebernya.

Di sisi lain, Asril mengklaim bahwa bukan Bambang Pardede yang membocorkan surat protes putus kontrak proyek Rp2,7 triliun dari Dirut PT Waskita Karya, yang telah beredar ke publik pada beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bobby Bantah Omongan Irman Oemar Soal Teleponan dengan Gubsu: Tidak Ada Komunikasi

"Filing saya bukan BP (Bambang Pardede) yang membocorkan surat protes putus kontrak itu, tetapi stafnya. Tebak saja siapa orangnya, sepertinya orang itu dekat dengan OPD terkait lainnya, dan juga terlibat dalam proyek bermasalah itu," ujarnya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Devis Karmoy

Baca Juga