Sekilas Info

Angkie Yudistia Bicara 4 Isu Prioritas di G20, Termasuk Soal Penyandang Disabilitas

Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial Angkie Yudistia saat memberikan keterangan pers, Kamis (8/9/2022) di Bali.

Angkie Yudistia juga menunjukkan langkah pemerintah dalam mewujudkan ekonomi inklusi di Indonesia yang berorientasi pada keterlibatan disabilitas.

“Dan pemerintah melalui kementerian BUMN juga terus berupaya untuk memenuhi kuota ketersediaan disabilitas dalam lingkungan kerja perusahaan yang bergerak dibawah BUMN sebanyak dua persen sesuai ketentuan UU No. 8 tahun 2016. Perekrutan Bersama yang dilakukan oleh ekosistem BUMN tahun ini telah menyesuaikan kuota tersebut sehingga pegawai dengan disabilitas memperoleh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” urai Angkie dalam acara yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 8-9 September 2022.

Staf Khusus Presiden bidang sosial ini menyebut, bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap survei angkatan kerja nasional tahun 2020 menunjukkan, 225.000 penyandang disabilitas usia 15 tahun keatas telah bekerja.

“Kami menemukan data dari BPS memperlihatkan bahwa disabilitas yang memasuki usia remaja, atau diatas 15 tahun, berhasil masuk dalam berbagai sektor industri kerja di Indonesia yang terbagi 75 persen sektor informal dan 25 persen bekerja sebagai karyawan atau pegawai. Sementara, lapangan usaha tenaga kerja bagi disabilitas terbagi menjadi tiga sektor yaitu jasa 44 persen, pertanian 40 persen, dan industri 16 persen,” jelas Angkie Yudistia.


Baca juga
Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Alor Kebagian Bansos Polres Alor


Angkie mengaku suatu kehormatan turut bisa terlibat dalam acara ini dan berharap bisa menginisiasi berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta untuk lebih melibatkan disabilitas sebagai bagian dari kelompok kerja.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya turut bisa hadir dan terlibat dalam acara yang merupakan rangkaian dari hajat besar negara ini sebagai tuan rumah G20 di Bali," akunya.

"Bahasan tentang hak-hak disabilitas utamanya dalam pengembangan ekonomi inklusif di forum ini adalah kemajuan besar bagi kita semua, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia, untuk lebih terbuka dengan setiap individu, termasuk didalamnya disabilitas. Yang sebenarnya memiliki kemampuan setara juga berdaya dalam berkontribusi bagi kemajuan ekonomi suatu negara” pungkas Angkie.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Dwinanto
Editor: Redaksi

Baca Juga