Sekilas Info

GMNI Soroti Konflik Agraria dan Ketiadaan Listrik di Desa Panigoran

Anak-anak Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kou, Labura tengah belajar pengajian menggunakan lampu pelita, Minggu (14/3/2021).

Kepada wartawan Paulus menyebut masyarakat yang umumnya tinggal di kecamatan Aek Kuo selama ini hanya menggunakan mesin diesel untuk kebutuhan listrik sehari-hari.

"Itupun dihidupkan hanya pada sore sampai malam hari sebab untuk menghemat bahan bakar. Ditambah lagi adanya rumah ibadah (masjid) dan juga sebagai arena belajar mengaji anak-anak," sebut Gulo.

"Saya berharap dan meminta kepada pemerintah dan PT PLN untuk turun melihat dan menyelesaikan dengan segara terkait persoalan ini. Ini menyangkut amanat penderitaan rakyat dan generasi penerus bangsa," pinta Ketua DPD GMNI Sumatera Utara.

Senada dengan Paulus, Nyak Triani seorang tokoh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Desa Panigoran berharap pemerintah dapat menuntaskan konflik agraria yang hingga kini belum juga tuntas.

"Harapan besar saya, sampaikan kepada Presiden Jokowi tolong perhatikan rakyatmu yang tanahnya hari ini dirampas oleh PT Smart dan desa (Panigoran) kami yang belum dialiri arus listrik," harapnya.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Ali Imran/ril
Editor: Redaksi
Photographer: Ist

Baca Juga