Sekilas Info

Fahri Komentari Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah

Baca juga: Soal Vaksin Corona, IDI Surati Menkes

Menurut Fahri, yang diperlukan sekarang ini adalah kearifan untuk berhenti meributkan cara berfikir yang terlalu diametral. Sebab saat ini diperlukan semacam kearifan jalan tengah, mengingat apa yang dipersoalkan oposisi juga dipersoalkan oleh pemerintahan.

"Begitu juga, apa yang dilihat oleh pemerintahan sebenarnya juga dilihat oleh yang berada di luar pemerintahan. Hanya, sikap keras kepala dan ngotot di dua belah pihak, terutama di dalam pemerintahan yang menyebabkan semua itu menjadi nampak tdak terselesaikan," sebut dia.

Maka dari itu, Fahri memohon agar presiden memikirkan rekonsiliasi secara serius, hentikan pejabat-pejabat yang konfrontatif, sok jago, sok mengerti persoalan, menganggap rakyat kecil, dan menganggap oposisi remeh. Sebab, membangun permusuhan kepada sikap-sikap kritis, sungguh bukanlah sikap dan pikiran awal presiden yang berpidato pada saat pelantikan, bahwa dia akan mengatur rekonsiliasi.

Di sampingnya ada KH Ma'ruf Amin, seorang Ketua Majelis Ulama yang kita terima atau tidak. Dia pernah menjadi bagian yang secara sangat keras menghantam pikiran dasar pemerintahan, terutama dalam kasus yang terjadi di masa lalu. Disamping presiden, ada Prabowo, lawan tanding beliau yang kemudian di rekrut menjadi Menteri Pertahanan.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dwinanto
Editor: Redaksi DailyKlik

Baca Juga