Shopee dan Kemenekraf Latih 200 Santri di Solo Raya, Dorong Kemandirian Ekonomi Digital
Ia berharap keterampilan tersebut dapat membantu santri mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang ekonomi, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Belajar dari Pelaku Usaha Digital
Dalam pelatihan itu, peserta juga mendapat inspirasi dari pelaku usaha dan kreator yang telah memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.
Salmah Haddad, kreator Shopee Affiliate asal Semarang, membagikan pengalamannya membangun aktivitas sebagai kreator sejak Desember 2021. Ia mengatakan ekosistem digital memberinya kesempatan untuk berkarya dan memperoleh penghasilan sembari tetap dekat dengan keluarga.
Sementara itu, Rohanita Retno Nugraheni, pemilik toko busana muslim Assamodest di Shopee asal Karanganyar, menceritakan pengalamannya mengembangkan usaha dengan modal terbatas. Ia mengklaim bisnisnya tumbuh hingga 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya setelah memanfaatkan fitur dan program di platform tersebut.
Salah satu peserta, Desi Fitria, mengaku antusias memperoleh pengetahuan baru tentang peluang bisnis digital. Ia berharap keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan untuk memulai usaha sendiri.
Melalui program Santri Matic, Shopee dan Kemenekraf berharap komunitas pesantren memiliki akses lebih luas terhadap keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Kolaborasi tersebut juga direncanakan berlanjut melalui pelatihan Shopee Affiliate bagi ratusan santri di Jawa Timur pada November 2026.








Komentar