Sekilas Info

Polda Sumut Ungkap Dugaan Manipulasi Takaran BBM di Sergai, Dua Pengelola SPBU Jadi Tersangka

Pada pengujian Biosolar, ditemukan kekurangan volume 510 mililiter untuk indikator 20 liter. Sementara itu, kekurangan volume Pertalite mencapai 440 mililiter dan Pertamax 460 mililiter untuk takaran yang sama.

“Modusnya karena alat tera yang diubah sedemikian rupa. Kami menguji tiga pompa di SPBU tersebut dengan masing-masing 20 liter, baik Pertalite, Solar maupun Pertamax. Namun, BBM yang keluar tidak mencapai 20 liter,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dalam berita acara pemeriksaan, dugaan praktik tersebut telah berlangsung sekitar tujuh tahun. Penyidik masih mendalami cara perubahan takaran dilakukan serta pihak-pihak yang diduga mengetahui praktik tersebut.

Dari penghitungan sementara berdasarkan data penjualan pada totalisator SPBU dan hasil pengukuran selisih volume selama Juni hingga Oktober 2026, penyidik memperkirakan keuntungan yang diduga diperoleh mencapai Rp595.321.508,90.

Dalam periode tersebut, selisih volume yang dihitung penyidik terdiri atas 32.768,3 liter Biosolar, 34.681,1 liter Pertalite, dan 1.575,8 liter Pertamax.

Irfan menegaskan, nilai tersebut masih berupa estimasi sementara dan menjadi bagian dari penyidikan. Polisi juga membuka kemungkinan penambahan tersangka apabila ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga