Riset Empat Organisasi Soroti Tujuh Masalah Proyek Industri Nikel NEPIE di Parigi Moutong
Proyek PSN dengan rencana hilirisasi nikel
NEPIE ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2024 dan Nomor 12 Tahun 2024, sebagaimana dicantumkan dalam informasi proyek yang disampaikan organisasi tersebut.
Proyek ini dikembangkan PT Anugrah Neo Energy Materials melalui anak perusahaannya, PT Anugrah Tekhnik Industri (ATHI). Kawasan yang direncanakan memiliki luas sekitar 2.500 hektare, dengan tahap awal pembangunan sekitar 20 hektare di Desa Siniu dan rencana garis pantai sepanjang 15 kilometer.
NEPIE dirancang sebagai kawasan hilirisasi nikel yang diklaim mengandalkan energi terbarukan, termasuk potensi tenaga hidroelektrik regional melalui PLTA Banggaiba berkapasitas sekitar 312 megawatt serta pembangkit listrik tenaga surya. Kawasan itu juga direncanakan menjadi pusat pengolahan bahan baku baterai kendaraan listrik dengan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) dan dukungan pelabuhan laut dalam.
Di tengah rencana pengembangan industri tersebut, hasil riset empat organisasi menempatkan perlindungan ruang hidup dan kepastian hak warga sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian. Verifikasi tata ruang, keterbukaan informasi, penyelesaian sengketa lahan, dan pemeriksaan keluhan kompensasi menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan masyarakat yang tinggal di wilayah proyek.








Komentar