Sekilas Info

Riset Empat Organisasi Soroti Tujuh Masalah Proyek Industri Nikel NEPIE di Parigi Moutong

Nilai ganti rugi lahan dikeluhkan warga

Persoalan lain yang disoroti ialah nilai pembebasan lahan dan kompensasi tanaman produktif. Frangki Andri K. Ragi dari YTM menyebut warga melaporkan adanya variasi harga lahan berdasarkan kondisi topografi, dengan nilai sekitar Rp2.000 hingga Rp12.000 per meter persegi.

Menurut Frangki, perbedaan harga berdasarkan kemiringan lahan dinilai tidak adil oleh sebagian masyarakat, khususnya petani yang memiliki lahan di wilayah perbukitan dan pegunungan.

Riset tersebut juga mencatat bahwa sejumlah tanaman produktif, seperti kelapa, cengkeh, durian, dan nilam, dilaporkan dihargai sekitar Rp350.000 hingga Rp500.000 per pohon. Padahal, tanaman-tanaman tersebut menjadi sumber pendapatan utama sebagian warga.

Selain nilai ganti rugi, Frangki menyoroti persoalan keterbukaan informasi dan penyelesaian pembayaran. Menurut laporan yang diterima organisasi, sosialisasi perusahaan masih terbatas pada kalangan birokrasi dan pihak tertentu, terutama terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Ia juga menyampaikan adanya laporan warga mengenai pembayaran ganti rugi yang terlambat hingga tiga tahun serta kompensasi Rp200 juta untuk lahan seluas lima hektare yang disebut belum diselesaikan karena persoalan tumpang tindih kepemilikan.

Keluhan tersebut masih memerlukan verifikasi terhadap dokumen transaksi, kesepakatan para pihak, dan keterangan perusahaan maupun warga terkait.

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Baca Juga