Riset Empat Organisasi Soroti Tujuh Masalah Proyek Industri Nikel NEPIE di Parigi Moutong
Kesiapan masyarakat dinilai rendah
Muh. Ryan, staf Divisi Paralegal Pengacara Hijau, mengatakan riset tersebut disusun sebagai data dasar untuk memotret kondisi sosial masyarakat sebelum proyek berjalan lebih jauh.
Menurut Ryan, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari jumlah sosialisasi yang dilakukan. Masyarakat juga perlu memahami hak dan pilihan yang tersedia, memiliki akses terhadap informasi, serta mampu menyimpan dan mengakses dokumen yang berkaitan dengan lahan dan kompensasi.
“Sesuai hasil kajian, masyarakat Siniu masih berada pada kategori tidak siap atau memiliki tingkat kesiapan yang rendah. Karena itu, perlindungan hukum dan pemenuhan hak-hak masyarakat perlu segera dilakukan sebelum pembangunan proyek dilanjutkan,” kata Ryan.
Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut bukan dimaksudkan untuk menetapkan ada atau tidaknya pelanggaran hukum, melainkan sebagai alat diagnosis sosial untuk mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan temuan itu, keempat organisasi menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, evaluasi kesesuaian tata ruang, legalitas, dan perizinan proyek. Kedua, perlindungan terhadap wilayah kelola rakyat serta ruang hidup masyarakat. Ketiga, penguatan kesiapan hukum warga, akses informasi, dan perlindungan hak masyarakat.








Komentar