Lapenkopda Gresik Gelar Rakerda Perdana, Fokus Pendidikan, Digitalisasi, dan Pemasaran
Faishol juga menyoroti keberlanjutan Lapenkopda yang berkaitan dengan dukungan gerakan koperasi di masing-masing daerah. Dekopinda, kata dia, diharapkan terus memberikan pendampingan agar program pendidikan dan pengembangan kapasitas dapat berjalan secara konsisten.
Salah satu persoalan yang turut dibahas adalah masih rendahnya iuran. Kondisi tersebut antara lain dikaitkan dengan persepsi terhadap manfaat Lapenkop yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pihak.
Karena itu, Lapenkopwil menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas manfaat dan jejaring lembaga. Di antaranya Program PAG yang ditargetkan berlangsung minimal sebulan sekali, pendidikan dan pelatihan internal bagi pengurus serta pengawas setiap dua bulan, serta penguatan komunikasi melalui situs web dan media sosial.
Lapenkop juga mendorong breakfast forum dengan dunia industri. Forum tersebut diarahkan menjadi ruang pertemuan antara gerakan koperasi dan pelaku usaha untuk membangun jejaring sekaligus membuka peluang kerja sama.
“Kami siapkan program PAG dan breakfast forum dengan industri. Gerakan koperasi itu sangat membutuhkan forum seperti ini,” ungkap Faishol.








Komentar