Keluarga Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Minta Hasil Pemeriksaan Dibuka
EMKAP menyampaikan delapan tuntutan dalam forum tersebut. Selain meminta kejelasan hasil pemeriksaan, mereka meminta kepastian tanggung jawab atas penanganan ratusan pelajar terdampak di Kecamatan Berastagi, termasuk biaya pengobatan dan biaya operasional selama korban menjalani perawatan.
Mereka juga meminta kepastian mengenai proses penyelidikan dan penyidikan terhadap penyedia MBG, legalitas Yayasan Manunggal Kartika Jaya, serta bentuk kerja sama yayasan tersebut dengan SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
Tuntutan lainnya menyasar pertanggung - jawaban pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG, termasuk Kepala SPPG, ahli gizi, dan bagian akuntansi. EMKAP juga meminta pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo dihentikan sementara.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho yang hadir dalam RDP mengatakan kepolisian terus melakukan penyelidikan. Ia memastikan proses tersebut dilakukan secara objektif dan pengumpulan alat bukti dipercepat. "Kami akan berbuat seobjektif mungkin untuk menyelesaikan masalah ini. Kami sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan percepatan," kata Pebriandi.
Dalam forum tersebut, polisi juga mendapat pertanyaan mengenai keberadaan SPPG yang disebut berada di lingkungan Kodim serta alasan dapur SPPG belum dipasangi garis polisi.








Komentar