Menulis untuk Melawan Rasa Takut, Pesan LPSK kepada Insan Pers
“Selamat ya,” ujar Erlince sembari menjabat erat tangan Deddi.
Momen singkat tersebut menjadi bentuk apresiasi LPSK terhadap karya insan pers yang ikut mengangkat isu perlindungan saksi dan korban. Bagi Deddi, penghargaan itu menjadi bagian dari perjalanan jurnalistik sekaligus pengakuan atas pentingnya mengangkat persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Lomba tersebut diikuti peserta dari sejumlah wilayah kerja LPSK Perwakilan Medan, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Namun, makna lomba tersebut tidak berhenti pada urutan para pemenang. Tema yang dipilih LPSK memperlihatkan upaya mempertemukan kerja jurnalistik dengan persoalan yang kerap berada di balik sebuah perkara pidana, yakni ketakutan saksi dan korban untuk berbicara.
Rasa takut dapat menjadi penghalang bagi terungkapnya sebuah tindak pidana. Ketika seseorang memilih diam karena merasa tidak aman, informasi penting mengenai sebuah perkara berpotensi tidak pernah sampai kepada penegak hukum.
Di titik itulah pers memiliki peran penting. Melalui pemberitaan yang berimbang, sensitif terhadap posisi korban, serta tetap menghormati hak saksi, media dapat membantu masyarakat memahami pentingnya perlindungan bagi mereka yang berani mengungkap fakta.








Komentar