Reuni 35 Tahun AKABRI 1991, Panglima TNI Tekankan Warisan Pengabdian dan Persaudaraan
Ustadz Adi Hidayat kemudian mengingatkan kembali makna Nawatunggal sebagai semangat kekompakan dan kebersamaan. Menurut dia, keberagaman latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjaga persaudaraan dan berkontribusi bagi bangsa.
“Kita berharap angkatan Nawatunggal bisa menginspirasi angkatan-angkatan lainnya, bahwa angkatan inilah yang walaupun beragam latar belakangnya tetap kompak, memelihara persaudaraan dan tetap kompak membangun bangsa,” ujarnya.
Reuni tersebut dihadiri sejumlah alumni AKABRI 1991 yang kini menduduki jabatan strategis di TNI dan Polri. Mereka antara lain Panglima TNI, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, serta Inspektur Pengawasan Umum Polri.
Bagi alumni Nawatunggal, pertemuan setelah 35 tahun perjalanan tersebut menjadi momentum untuk merawat ikatan yang terbentuk sejak masa pendidikan sekaligus mengingat kembali makna pengabdian.

Rangkaian kegiatan reuni juga menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti pada jabatan. Melalui kegiatan sosial, penghargaan, dan silaturahmi, para alumni berupaya menjaga semangat kebersamaan sekaligus meneruskan nilai-nilai yang mereka bawa sejak menjadi taruna AKABRI 1991.








Komentar