Bambang Widjojanto Bekali Calon Mediator IMAC Medan, Dorong Penyelesaian Sengketa Lewat Dialog
Pertanyaan tersebut kemudian menjadi pemantik diskusi. Para peserta diminta menyampaikan pandangan mengenai perbedaan antara konflik dan sengketa sebelum Bambang menjelaskan bagaimana seorang mediator harus memahami akar persoalan secara objektif.
Dalam pemaparannya, Bambang menjelaskan bahwa konflik tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui sejumlah tahapan. Ia menjelaskan proses perkembangan konflik mulai dari kondisi pra-sengketa, munculnya sengketa, hingga tahap penyelesaian pasca-sengketa.
Salah satu tahapan yang dijelaskan adalah latent conflict, yaitu kondisi ketika potensi konflik telah ada, tetapi belum disadari oleh pihak-pihak yang terlibat. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perbedaan tujuan, kepentingan, nilai, maupun keterbatasan sumber daya.
Selain itu, Bambang juga menjelaskan tahap triggering incident atau peristiwa pemicu yang dapat mendorong konflik menjadi terbuka. Setelah konflik berlangsung, para pihak kemudian dapat mencapai new equilibrium atau keseimbangan baru setelah proses penyelesaian dilakukan.
Menurut Bambang, memahami tahapan konflik merupakan bagian penting bagi seorang mediator agar mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan membantu para pihak menemukan solusi yang dapat diterima bersama.








Komentar