1. Beranda
  2. Opini

Ketika Panggung Lebih Cepat Berdiri daripada Ruang Mahasiswa

Oleh ,

Oleh: Samuel Marganda Tua Lumban Gaol

Sebagai mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan, saya percaya bahwa kampus bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Kampus adalah ruang pembentukan karakter, tempat mahasiswa belajar berpikir kritis, berorganisasi, mengembangkan gagasan, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat.

Karena itu, setiap kebijakan kampus seharusnya berangkat dari pertanyaan sederhana: apakah kebijakan tersebut benar-benar memperkuat proses pendidikan dan pengembangan mahasiswa?

Pertanyaan itu muncul ketika Universitas HKBP Nommensen Medan mempersiapkan penyelenggaraan Nommensen Festival 2026 dengan konsep acara besar yang menghadirkan hiburan dan musisi ternama. Sebagai mahasiswa, saya tidak menolak kegiatan seni, hiburan, ataupun perayaan dies natalis. Kampus juga membutuhkan ruang kebersamaan dan apresiasi terhadap kreativitas.

Namun, persoalan yang muncul bukan tentang keberadaan festival tersebut. Persoalannya adalah bagaimana kampus menentukan prioritas ketika di saat yang sama masih terdapat persoalan mendasar dalam kehidupan organisasi mahasiswa.

Bagi banyak mahasiswa, organisasi kemahasiswaan bukan sekadar kegiatan tambahan. Organisasi adalah ruang belajar yang melatih kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan mengelola persoalan secara nyata. Banyak kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui ruang kuliah justru berkembang melalui pengalaman berorganisasi.

Berita Lainnya