1. Beranda
  2. Humaniora

100 Tahun Gempa Dahsyat 1926, Padang Panjang Bangun Ketangguhan dan Wariskan Kesadaran Bencana

Oleh ,

Refleksi satu abad tragedi gempa menjadi momentum memperkuat budaya mitigasi, solidaritas sosial, dan edukasi kebencanaan bagi generasi masa depan.

PADANG PANJANG, DAILYKLIK.ID – Tepat satu abad setelah gempa besar mengguncang Padang Panjang dan wilayah sekitarnya, pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat menggelar Refleksi Satu Abad Gempa 1926 di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang mengenang peristiwa bersejarah yang pernah melanda Sumatera Barat, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan penanda sejarah Gempa 1926. Monumen tersebut dirancang sebagai simbol memori kolektif agar generasi mendatang tidak melupakan salah satu tragedi terbesar yang pernah dialami daerah itu.

Mewakili Wali Kota Padang Panjang, Putu Venda menyampaikan bahwa peringatan seratus tahun gempa harus dimaknai sebagai ruang pembelajaran tentang kekuatan masyarakat dalam bangkit dari keterpurukan.

Menurutnya, bencana yang terjadi pada 28 Juni 1926 memang meninggalkan luka mendalam, namun di balik peristiwa tersebut lahir semangat gotong royong, kebersamaan, dan ketabahan yang terus diwariskan hingga kini.

Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi perkembangan Padang Panjang sebagai kota pendidikan, kota budaya, dan kota religius di Sumatera Barat.

Ia menegaskan bahwa refleksi sejarah tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya mitigasi bencana.

Pendekatan edukatif

Berita Lainnya