Pengusaha Labuhanbatu Bantah Video Viral “TNI Curi Lembu Janda”, Tempuh Jalur Hukum
Jefrey menegaskan dirinya tidak mengetahui identitas sekelompok orang yang terekam melintas di lokasi kejadian sebagaimana muncul dalam video yang beredar. “Saya tidak mengetahui apakah mereka aparat atau masyarakat biasa karena jalan tersebut merupakan jalan umum menuju Pasir Limau Kapas,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dan menunggu proses hukum yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataannya, Jefrey juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI apabila penyebaran video tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan menyeret nama aparat ke dalam persoalan yang menurutnya tidak berkaitan dengan TNI. “Saya berharap hukum dapat bekerja secara adil dan transparan sehingga seluruh fakta yang sebenarnya dapat terungkap,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang disebut dalam laporan tersebut mengenai tuduhan dan bantahan yang disampaikan Jefrey Agustono Ariska.








Komentar