Gajah Konservasi Way Kambas Indra Mati di Usia 42 Tahun, Tinggalkan Jejak Pengabdian 30 Tahun
Mahout atau pawang bersama tim petugas segera melakukan upaya penyelamatan dengan bantuan beberapa gajah jinak lainnya. Namun, nyawa Indra tidak dapat diselamatkan.
Selama bertugas, Indra dikenal sebagai salah satu gajah andalan di Way Kambas. Ia kerap dilibatkan dalam berbagai operasi lapangan, terutama untuk membantu penanganan konflik manusia dan gajah di sejumlah daerah di Lampung.
Kehilangan Indra menjadi pengingat pentingnya peran gajah jinak dalam mendukung program konservasi, selain upaya perlindungan habitat dan pencegahan perburuan liar yang masih menjadi tantangan bagi kelestarian gajah sumatra.
Balai Taman Nasional Way Kambas berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan Indra selama hidupnya dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat komitmen pelestarian satwa liar dan menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatra di Indonesia.








Komentar