Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB University Sebut Alarm Menurunnya Kualitas Lingkungan
BOGOR, DAILYKLIK.id — Semakin sulitnya menemukan kunang-kunang di alam bukan sekadar fenomena nostalgia masa lalu, tetapi menjadi tanda adanya perubahan serius terhadap kondisi lingkungan.
Pakar entomologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof. drh. Upik Kesumawati Hadi, menyebut menurunnya populasi kunang-kunang dapat menjadi indikator bahwa kualitas suatu ekosistem mulai mengalami gangguan.
Menurutnya, kunang-kunang termasuk organisme yang berperan sebagai bioindikator, yaitu makhluk hidup yang keberadaan maupun hilangnya dapat menggambarkan kesehatan lingkungan. “Kunang-kunang merupakan bioindikator. Ketika kualitas lingkungan memburuk, populasinya akan cepat menyusut bahkan menghilang,” ujar Prof Upik.
Ia menjelaskan, fenomena berkurangnya kunang-kunang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan global. Sejumlah spesies kunang-kunang di dunia kini menghadapi ancaman akibat perubahan habitat dan tekanan lingkungan.
Di Indonesia, kata Prof Upik, berbagai kajian menunjukkan populasi kunang-kunang mengalami penurunan terutama di wilayah perkotaan. Serangga bercahaya tersebut sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan, seperti kelembapan tanah, pencemaran, serta perubahan ekosistem. “Kunang-kunang sangat bergantung pada habitat yang sesuai. Perubahan kecil pada lingkungan dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan hidupnya,” jelasnya.