Panen Raya Padi Organik Serdang Bedagai Jadi Bukti Nyata Pertanian Berkelanjutan Berdaya Saing
Diakhir acara Soekirman menegaskan bahwa pertanian organik bukan sekadar metode produksi, melainkan gerakan peradaban untuk menjaga bumi dan kedaulatan pangan. Berdasarkan pengukuran lapangan, produktivitas padi organik di demplot tersebut mencapai sekitar 7,1 ton per hektare, sebuah capaian yang menepis anggapan bahwa organik identik dengan hasil rendah.
“Organik memang butuh kesabaran, tapi hasilnya nyata: tanah lestari, biaya turun, petani sehat, dan pangan aman,” tegas.
Panen raya ini diharapkan menjadi titik tolak replikasi pertanian organik di Sumatera Utara dan daerah lain di Indonesia sebagai jawaban atas tantangan krisis pangan dan perubahan iklim global.
Kegiatan ini dihadiri lintas sektor, petani, pemerintah daerah dan provinsi, BMKG, akademisi, asosiasi pertanian, hingga perwakilan internasional dari Malaysia. Panen raya tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi gerakan pertanian organik sebagai solusi atas kerusakan tanah, krisis iklim, dan ketergantungan petani terhadap input kimia. (*)








Komentar