GMNI NTT Kupang Dorong Riwu Gah Sebagai Pahlawan Nasional
Kemudian, diskusi lanjutan dilakukan melalui Zoom meeting dengan narasumber Pustawakan Bung Karno Blitar, Budi Kastowo dan Akademisi/Dosen Undana Kupang, Rudi Rohi. Selain itu, turut dilakukan penyebaran kampanye media massa lwat selebaran, flayer, twibon yang tersebar di 16 Cabang GMNI di NTT serta penyebaran pernyataan sikap melalui beberapa media massa. "Saat ini pihaknya sudah menyiapkan dokumen untuk mengusulkan nama Riwu Gah sebagai salah satu nama jalan ke Pemprov. NTT," jelas Yakob.
Ia menambahkan, tolok ukur seseorang bisa disebut pahlawan dilihat dari seberapa besar kontribusinya dalam memperjuangkan hak bangsa dan tidak melakukan tindakan yang cacat secara hukum seperti melakukan pembunuhan atas manusia, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan keluarga dan kelompok tertentu.
"Pesan khusus mengutip dari ungkapan bung Karno bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah karena sejarah merupakan kaca benggala untuk masa depan dan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan," kata Yakob.
Sementara Wakil ketua bidang politik GMNI Cabang Kupang yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan, Robi Tae mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Kepolisian Resort Kupang Kota yang sudah melibatkan diri dalam menyalakan lilin, menyanyikan lagu gugur bunga, padamu negeri dan lagu Indonesia Raya serta mengawal jalan aksi 1000 lilin secara hikmat dan tertib.








Komentar